Alasan Ahok ngotot lanjutkan reklamasi pulau G, Belum Inkrah

Alasan Ahok Ngotot Lanjutkan Reklamasi Pulau G, Belum Inkrah - majalahahok.comMajalah Seputaran Ahok Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkata, reklamasi tetap bakal berlangsung meskipun hakim PTUN Jakarta Timur sudah mengabulkan gugatan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta soal pemberian izin reklamasi Pulau G terhadap PT Muara Wisesa Samudra.

Dalam putusannya tersebut, majelis hakim dengan tegas menyebutkan bahwa proyek pembangunan reklamasi di Pulau G tersebut ditunda sementara sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Ahok menyebut putusan hakim itu belum inkrah jadi pembangunan reklamasi tetap bisa dilanjutkan serta bakal meperbuat lelang serta penurunan izin baru.

“Kita reklamasi tetap jalan pakai izin sendiri. Cabut izinnya, kami proses lagi. Kami tinggal cari yang baru, Jakpro mau lagi enggak yang baru? Kami bisa lelang yang baru,” kata Ahok di RSUD Cengkareng, Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut Ahok, pembangunannya bakal dilimpahkan ke salah satu Badan Usaha Milik Daerah. Serta kemungkinan yang bakal ditunjuk merupakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Tetapi, katanya, PT Jakpro diwajibkan mengikuti proses lelang yang diperbuat Pemprov DKI Jakarta.

“Kita bisa pakai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Putusan PTUN bukan melarang reklamasi loh,” terangnya.

Untuk pemberian izin, Ahok berasumsi pihaknya mempunyai hak untuk menerbitkan. Sehingga, untuk mengeluarkan izin baru, dirinya bakal mengkaji terlebih dahulu putusan hakim yang menghentikan sementara reklamasi pulau G itu.

“Itu hak kita, punya kami kok, punya DKI. Makanya kalau dirinya cabut itu kami mesti pelajari dulu dasar hukumnya apa,” klaim mantan Bupati Belitung Timur ini.

Apabila lelang dimenangkan Jakpro, BUMD milik DKI itu, lanjutnya bakal dikenakan juga kontribusi tambahan dengan hitungan 15 persen 15 persen dikali Kualitas Jual Obyek Pajak (NJOP) dikali lahan yang bisa dipasarkan.

“Oh tetap yang kontribusi tambahan siapapun yang perbuat reklamasi wajib ada kontribusi tambahan. BUMD kami pun berlaku sama,” pungkas orang nomor satu DKI ini.Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkata, reklamasi tetap bakal berlangsung meskipun hakim PTUN Jakarta Timur sudah mengabulkan gugatan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta soal pemberian izin reklamasi Pulau G terhadap PT Muara Wisesa Samudra.

Dalam putusannya tersebut, majelis hakim dengan tegas menyebutkan bahwa proyek pembangunan reklamasi di Pulau G tersebut ditunda sementara sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Ahok menyebut putusan hakim itu belum inkrah jadi pembangunan reklamasi tetap bisa dilanjutkan serta bakal meperbuat lelang serta penurunan izin baru.

“Kita reklamasi tetap jalan pakai izin sendiri. Cabut izinnya, kami proses lagi. Kami tinggal cari yang baru, Jakpro mau lagi enggak yang baru? Kami bisa lelang yang baru,” kata Ahok di RSUD Cengkareng, Jakarta.

Menurut Ahok, pembangunannya bakal dilimpahkan ke salah satu Badan Usaha Milik Daerah. Serta kemungkinan yang bakal ditunjuk merupakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Tetapi, katanya, PT Jakpro diwajibkan mengikuti proses lelang yang diperbuat Pemprov DKI Jakarta.

“Kita bisa pakai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Putusan PTUN bukan melarang reklamasi loh,” terangnya.

Untuk pemberian izin, Ahok berasumsi pihaknya mempunyai hak untuk menerbitkan. Sehingga, untuk mengeluarkan izin baru, dirinya bakal mengkaji terlebih dahulu putusan hakim yang menghentikan sementara reklamasi pulau G itu.

“Itu hak kita, punya kami kok, punya DKI. Makanya kalau dirinya cabut itu kami mesti pelajari dulu dasar hukumnya apa,” klaim mantan Bupati Belitung Timur ini.

Apabila lelang dimenangkan Jakpro, BUMD milik DKI itu, lanjutnya bakal dikenakan juga kontribusi tambahan dengan hitungan 15 persen 15 persen dikali Kualitas Jual Obyek Pajak (NJOP) dikali lahan yang bisa dipasarkan.

“Oh tetap yang kontribusi tambahan siapapun yang perbuat reklamasi wajib ada kontribusi tambahan. BUMD kami pun berlaku sama,” pungkas orang nomor satu DKI ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *