Nama anaknya Sesuai Bahasa Indonesia, Salah Satu kisah unik Ahok

Nama anaknya Sesuai Bahasa Indonesia, Salah Satu kisah unik Ahok1 - majalahahok.comMajalah Seputaran Ahok – Dalam sambutan lokakarya mengenai pemakaian bahasa Indonesia di Balai Kota, Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tergolong yang berupaya berbahasa Indonesia yang baik. Faktor itu bahkan ditunjukkan saat Ahok memberi nama anaknya.

“Anak kini rata-rata namanya kayak bule gara-gara sinetron tahun 80-an 90-an. Ini ada perdebatan lucu, saya coba ekstrim sedikit bapak ibu, anak saya yang bontot terbaru, saya mau kasih nama Nabi Daud,” cerita Ahok.

Hal itu disampaikan dalam lokakarya bertema ‘berbahasa dengan cermat, apik serta santun untuk kebudayaaan bangsa’ oleh Badan Pengembangan serta Pembinaan Bahasa Kemendikbud di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Nama anaknya Sesuai Bahasa Indonesia, Salah Satu kisah unik Ahok - majalahahok.com“Wah, satu keluarga protes, kok Daud? Wajibnya David dong, Kristen kan David. Oh enggak dapat, bahasa Indonesianya ya Daud. Terjemahan David itu Daud. Sehingga anak saya namanya Daud, saya bilang begitu. Wah protes semua. Ya mau-mau gua dong, anak-anak gua. Nama gua juga lucu Basuki,” imbuh Ahok berkelakar.

Nama lengkap anak bungsu Ahok dimaksud merupakan Daud Albeenner, kakaknya Nathania serta Nicholas. Ahok berbicara saat nama anaknya Daud, kawan-kawan di sekolahnya memilki nama semacam kakaknya Nicholas, Jonathan, serta lainnya.

Nama anaknya Sesuai Bahasa Indonesia, Salah Satu kisah unik Ahok2 - majalahahok.com“Kalau mau lebih ekstrim lagi berarti nama anak saya salah, Nicholas, enggak boleh itu. Sama kayak dulu kami begitu ekstrim merubah nama, yang berbau asing enggak boleh,” ujarnya.

“Anak gua Daud sendiri, keren dong, Daud. Dua suku kata. Enak nyebutnya Daud, dirinya bangga tu. Nama kalian apa? Daud, aneh sendiri. Kalau Daud orang pikirnya orang Aceh, telah tua, jarang anak-anak muda,” imbuh Ahok.

Meski begtu, Ahok menegaskan bahwa sebagai warga Indonesia, kami bukan orang dengan paham cauvinis alias memilki patriotisme sempit yang semua anti asing. “Maksud saya cerita semacam ini, kami berusaha yang paling baik buat negeri kita,” kata Ahok.

Apalagi untuk ukuran bunda kota, Ahok menyebutkan susah menerapkan sepenuhnya bahasa Indonesia yang baik serta benar. Baik untuk perbincangan sehari-hari, pidato resmi, apalagi untuk penamaan hotel, mal serta lainnya.

“Dunia terbukti tanpa batas saat ini, silakan orang mau pasang merek apapun di bunda kota, enggak dapat kami larang juga. Ini pendapat saya,” ujar Ahok.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *