Tim Pemenangan BaDja Klarifikasi Tentang Rumor Anies Menuding Gubernur DKI Menolak KIP

tim-pemenangan-badja-klarifikasi-tentang-rumor-anies-menuding-gubernur-dki-menolak-kip-majalahahok-com

Majalah Seputar Ahok – Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat (BaDja), Raja Juli Antoni mengklarifikasi soal pernyatan Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menyebut bahwa Ahok menolak realisasi program KIP (Kartu Indonesia Pintar) di Jakarta.

  • Keterangan Antoni, Terkesan Ahok tidak ada peduli dengan pendidikan pada orang yang kurang mampu.
  • Pernyataan Anies Baswedan juga terkesan bahwa dirinya ingin mebenturkan Basuki Tjahaja Purnama dengan Republik Indonesia Joko Widodo.

Antoni juga mengatakan bahwa dana yang ada dalam program KIP sudah mencukupi kebutuhan dasar pendidikan yang sudah sesuai dengan kajian World Bank.

Baca juga : Habib Rizieq Menuding Jokowi Melakukan Intervensi Dalam Kasus Ahok

Anies mala tidak paham dalam pengolahan masalah anggara, bila KIP juga diterima dan disalurkan Ahok, tentunya akan terjadi anggaran ganda dan juga anggaran yang tidak sesuai dengan apa yang di tujuh.


Gabung Sekarang Juga
dewibet Situs Impian terbesar Agen Judi Bandar Taruhan Online Togel Toto Gelap Online Singapura SGP SG4D
Agen Judi Togel, Toto Gelap, toto 4d, togel singapore, togel singapura, togel hongkong, togel SGP SG 4D
Situs dewibet Impian Togel Toto Gelap Singapura Hongkong Meksiko Victoria Interporkas 4D Online Terpercaya

Menurut Ahok permasalahan soal KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang ajukan untuk Jakarta mending dialokasikan bagi siswa di provinsi lainnya yang lebih membutuhkan. Ahok juga selalu berkordinasi dengan Jokowi sehingga masalah ini juga telah diketahui oleh Jokowi.

Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk program KJP pada APBD DKI 2016.

Saya Justru tau banyak soal Mas Anies Baswedan samapi di Reshuffle karena dirinya gagal mencapai target pendistribusian KIP (Kartu Indonesia Pintar) sesuai program Jokowi. Seharusnya Mas Anies Baswedan harus mengklarifikasi masalah ini, dengan menunjukan sebuah bukti data hasil kerjanya yang gagal mencapai target. Bagaimana mau mengelola Jakarta mendistribusikan KIP (Kartu Indonesia Pintar) aja gagal, Ucap Antoni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *