Tranportasi Paling Parah Di Jakarta

Tranportasi Paling Parah Di Jakarta - majalahahok.com

Majalah Seputaran Ahok – Kemacetan di Jakarta makin hri kian menggila seiring dgn sejumlah pembangunan infrastruktur di sebanyak ruas jalan. Ditambah lagi mutu moda transportasi yg tidak laikmaka menciptakan penduduk enggan meninggalkan kendaraan pribadi.

“Aduh jauh banget (laik). Pokoknya parah deh (transportasi) Jakarta paling parah,” kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota DKI Jakarta.

kini, jumlahnya kebijakan buat mengatasi kemacetan di jalanan Ibu Kota gencar dilakukan. Salah satu yg tengah dilakukan merupakan memperbaiki moda transportasi ygada maka pembatasan volume kendaraan sanggup tercapai.

Tidak Cuma itu, dibuat serta banyaknya kebijakan yg bisa membatasi dulu lintas kendaraan pribadi masyarakat, semisal dgn gagasan aplikasi kebijakan ganjil genap.

“Kepolisian dapat uji mencoba dahulu. Nampaknya juli uji cobanya,” tuturnya.

diluar itu, system pembatasan kendaraan jangka panjang yg tengah dipersiapkan dgn memberlakukan jalan berbayar. Telah berulang kali terhenti itu diresmikan, Ahok, sapaan Basuki, mengklaim kini proses lelang tetap dilakukan/

“Tetap kita lelang. Maka Itu dari dewan transportasi kota, bakal studi banding. Mereka minta. Ya kita udah setuju. Aku mintanya udah terang. Aku ingin yg difungsikanoleh negeri maju & udah terbukti berapa puluh th. Kita enggak ingin cobalah gunakan yg baru-baru. Kita ngeri. Sebab ini barang Rupiah 2 hingga 3 triliun. Jika coba-cobayg baru, periode negeri lain ingin produknya ujicoba dirinya taro di kita Jakarta. Kita enggak ingin dampak,” terang Ahok.

Sebenarnya, kata Ahok, system transportasi yg paling serasi di Jakarta merupakan bus rapid transit (BRT). Alasannya, jarak tempuh dapat lebih serta-merta. Tetapi, dululintas di Jakarta belum rutin maka aplikasi BRT malah tidak tepat angan-angan.

“BRT tentu lebih serta-merta. Sebab Itu kini BRT kita kembangkan. Dahulu kita konsentrasi 15 koridor, aku bilang salah. Menjadi mestinya apa? Kita fokusnya trayek. Malahingin konsentrasi lebih dalam lagi. Kita konsentrasi itu maksud kamu sebetulnya,” bebernya.

“Jadi aku telah tugaskan Transjakarta, kamu bukan konsentrasi melayani rute busway lagi. Kamu konsentrasi mengetahui orang ingin ke mana. Orang ingin ke mana itulahyg mesti anda layani hingga sedeket bisa saja bersama maksud atau hunian ia. Ini yg kita lagi dilakukan. Namun beli bus serta perlu dikala. Lantaran kita putuskanseluruhnya yaitu product lokal. Meskipun merk luar negara namun karoseri lokal,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *